Kali Ketiga Pasar Baru Tuban Terbakar, Puluhan Lapak Hangus

PANTAU LOKASI : Bupati Tuan Lindra dan Sekda Budi Wiyana Memantau Lokasi Kebakaran

GERBANGJATIM.COM – Pasar Baru Tuban kembali dilanda kebakaran hebat pada Kamis (23/4/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 40 lapak milik sekitar 15 pedagang dilaporkan ludes dilalap si jago merah. Peritiwa ini adalah kejadian ketiga sejak 2019 silam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kobaran api mulai terlihat membesar sekitar pukul 03.40 WIB, Kamis (23/4/2026) dini hari. Titik awal api diduga berasal dari area depan musala pasar, tepatnya di lokasi para pedagang gerabah.

Salah seorang saksi mata berinisial N mengungkapkan, sebelum api membesar, sempat terdengar suara mencurigakan dari salah satu lapak.

“Awalnya kayak ada bunyi pletek-pletek gitu, Pak, dari salah satu toko,” ujarnya.

Api dengan cepat merambat ke lapak-lapak lain. Material bangunan yang sebagian besar terdiri dari tembok bata dengan atap galvalum membuat api mudah menyebar. Kepanikan pun sempat terjadi, terutama di kalangan warga yang tinggal di sisi barat pasar.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Tuban langsung diterjunkan ke lokasi. Hingga pukul 05.12 WIB, proses pemadaman masih berlangsung dengan fokus pada tahap pembasahan.

“Masih pembasahan. Tidak sebesar awal, tapi mobil pemadam masih terus datang,” kata salah seorang warga di lokasi kejadian.

Selain itu, arus lalu lintas di sekitar kawasan pasar sempat mengalami kemacetan akibat banyaknya warga yang berkerumun serta keluar masuknya armada pemadam kebakaran.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Polres Tuban. Hanya, diduga kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik.

Kebakaran di Pasar Baru Tuban bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan peristiwa sebelumnya, kawasan pasar ini telah beberapa kali mengalami insiden serupa.

Pada tahun 2019, kala itu menjelang Lebaran Idulfitri, kebakaran melanda sebagian area pasar dan menghanguskan puluhan kios. Dugaan sementara saat itu akibat korsleting listrik.

Sedangkan pada tahun 2022 kobaran api kembali muncul di salah satu blok, meski tidak sebesar kejadian 2019, tetap menyebabkan kerugian bagi sejumlah pedagang. Kebakaran kali ini menghanguskan sekitar 40 lapak.

Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, Pasar Baru Tuban tercatat setidaknya telah mengalami tiga kali kebakaran.

Sampai saat ini belum ada taksiran resmi terkait total kerugian akibat kebakaran terbaru ini. Namun, para pedagang diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, mengingat banyaknya barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan.

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pasar, khususnya instalasi listrik dan sistem mitigasi kebakaran, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran di kawasan pasar tradisional yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *