Gerbangjatim.com – Kesabaran warga Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, akhirnya habis. Aktivitas usaha cucian pasir di wilayah tersebut diduga mencemari jalan umum dan lingkungan sekitar hingga mengakibatkan sejumlah pengendara motor berjatuhan, memicu aksi spontan warga yang menuntut penutupan operasional, Senin (2/2/2026) malam.
Warga menuding limbah cucian pasir kuarsa dibuang tanpa pengelolaan memadai. Air keruh bercampur lumpur dan endapan pasir kini mengalir ke saluran air, tambak, hingga diduga bermuara ke laut. Di darat, jalan Nasional Tuban-Bancar yang menjadi benghubung jalur antar provinsi ini berubah licin dan berlumpur, terutama saat hujan. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Ini bukan kejadian sekali dua kali. Jalan seperti kubangan, licin yang mengakibatkan puluhan orang jatuh, dan limbahnya masuk ke tambak warga bahkan ke laut,” kata Topan, warga setempat, Selasa (3/2/2026).
Menurut warga, keluhan serupa telah berulang kali disampaikan. Namun, aktivitas usaha tetap berjalan tanpa perubahan berarti. Debu beterbangan saat musim kering, sementara saat hujan, lumpur dan pasir menutup badan jalan. Warga menilai dampak ini sudah melampaui gangguan biasa dan masuk kategori pencemaran lingkungan serius.
Protes warga tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga mengarah pada lemahnya pengawasan pemerintah. Anang, warga yang tinggal di sekitar lokasi, mempertanyakan sikap aparat dan instansi teknis yang dinilai lamban merespons.
“Kami curiga ada pembiaran atau ada backup dari aparat. Kalau usaha ini taat aturan, mana pengelolaan limbahnya? Mana tanggung jawab sosial dan lingkungan?” ujarnya.
Warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pemerintah daerah turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan, termasuk menelusuri izin operasional, dokumen lingkungan, serta sistem pengolahan limbah yang semestinya dimiliki usaha cucian pasir. Mereka juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.
Warga menyatakan akan kembali menyampaikan aspirasi secara resmi dalam waktu dekat. Jika tak ada tindakan tegas, mereka mengancam menggelar aksi protes terbuka. Bagi warga, persoalan ini bukan semata konflik dengan pelaku usaha, melainkan soal hak atas lingkungan yang bersih dan aman.
“Jangan sampai jalan umum dan lingkungan dikorbankan demi kepentingan segelintir pelaku usaha,” ujar seorang warga lain.
Menyikapi aksi protes warga, Kapolsek Bancar Iptu Dwi Purwoko menyatakan akan ada pertemuan lanjutan di Balai Desa Bogorejo.
“Besok hari Rabu ada pertemuan lanjutan di balai desa,” ujar Iptu Dwi Purwoko
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bancar Arman Mitra mengakui pihak kecamatan baru mengetahui secara utuh setelah aksi penutupan paksa terjadi. Menurutnya, informasi awal yang diterima menyebutkan kondisi jalan di depan lokasi usaha licin dan membahayakan.
“Keluhan sudah disampaikan ke pemerintah desa dan telah ada upaya komunikasi dengan perusahaan. Pasca kejadian, kami akan menjembatani dialog untuk mencari solusi bersama,” pungkasnya.





