Harga Emas Meroket Pengaruhi Fluktuasi Harga di Kabupaten Mojokerto

gerbangjatim.com – Harga emas menjadi penyumbang paling besar terhadap fluktuasi harga di Kabupaten Mojokerto.

Laporan dari Bappeda Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa komoditas tersebut dipicu oleh meroketnya harga emas dunia yang dipengaruhi oleh faktor global, seperti ketidakpastian ekonomi internasional serta pergerakan nilai tukar. Sehingga berdampak langsung pada kenaikan harga emas perhiasan di level lokal.

Meski begitu, Indeks Fluktuasi Harga (IFH) di Kabupaten Mojokerto pada Januari 2026 lalu tercatat sebesar -0,40 persen, yang berarti ada kecenderungan penurunan harga komoditas secara umum.

Harga Emas Meroket Pengaruhi Fluktuasi Harga di Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Harga emas menjadi penyumbang paling besar terhadap fluktuasi harga di Kabupaten Mojokerto.

Laporan dari Bappeda Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa komoditas tersebut dipicu oleh meroketnya harga emas dunia yang dipengaruhi oleh faktor global, seperti ketidakpastian ekonomi internasional serta pergerakan nilai tukar. Sehingga berdampak langsung pada kenaikan harga emas perhiasan di level lokal.

Meski begitu, Indeks Fluktuasi Harga (IFH) di Kabupaten Mojokerto pada Januari 2026 lalu tercatat sebesar -0,40 persen, yang berarti ada kecenderungan penurunan harga komoditas secara umum.

Temukan lebih banyak
batik sakera
Malang
Toko pakaian terbaik

“Kondisi ini dipengaruhi oleh 2 kelompok komoditas yang memberikan andil penurunan harga, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok transportasi,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Selasa (10/02/2026).

Sementara itu, 2 kelompok komoditas lain turut berkontribusi terhadap kenaikan harga, yakni kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar
rumah tangga serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Sisanya, 7 kelompok komoditas yakni kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; kelompok pendidikan; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran, cenderung stabil.

Di sisi lain, komoditas yang memiliki andil paling besar terhadap penurunan harga rata-rata pada Januari 2026 lalu meliputi cabai rawit, bensin, cabai merah, bawang merah, tomat sayur, solar, beras, wortel, kelapa, dan bayam. Sementara, komoditas yang mengalami lonjakan kenaikan harga rata-rata bila dibandingkan bulan sebelumnya meliputi emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, udang basah, dan ikan gurame.

“Penurunan IFH di Kabupaten Mojokerto pada Januari 2026 disebabkan oleh harga cabai rawit yang turun. Penurunan harga ini terjadi akibat pasokan cabai rawit di pasar meningkat,” imbuh Bambang.

Kondisi tersebut didorong oleh masa panen yang relatif baik di daerah sentra produksi serta kelancaran distribusi. Dengan demikian harga di tingkat pedagang dan konsumen mengalami penurunan. (Hnf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *