Gerbangjatim.com – Misteri sosok nenek-nenek yang meninggal di dekat Makam Kalbakal turut Sungai Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban kini terkuak. Korban diketahui bernama Sriyatun, seorang lansia berusia tepat satu abad.
Kapolsek Semanding, AKP M. Lukman Hadi mengungkapkan, identitas korban bernama Sriyatun (100), warga Dusun Topar, Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong, Tuban. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga sudah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.
“Setelah proses identifikasi rampung, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman,” terang AKP M. Lukman Hadi kepada awak media.
Sebelumnya, warga setempat digemparkan dengan penemuan jasad seorang nenek yang mengapung di aliran sungai di wilayah tersebut. Para warga menduga sosok tersebut merupakan nenek-nenek yang sering terlihat wara-wiri mengelilingi desa. Banyak dari warga mengenali pakaian yang terakhir dikenakan korban.
Jasad sang nenek pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh warga yang tengah beraktivitas di ladang. Siti Kaulah (90), salah satu saksi mata menceritakan, penemuan itu bermula saat rekan sesama petani, Karsam, menaruh curiga pada benda yang tertutup karung plastik di sungai.
“Waktu itu saya sedang bersih-bersih ladang, lalu dipanggil Pak Karsam. Ternyata ada mayat, kami langsung lapor ke RT dan warga sekitar,” ungkap Siti.
Di balik musibah ini, terselip kisah pilu mengenai masa tua Sriyatun. Meski memiliki anak yang merantau di Jakarta, nenek malang ini justru hidup berpindah-pindah alias menumpang di rumah kerabat di Desa Jadi karena tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Warga setempat menuturkan bahwa Sriyatun sebenarnya sempat dibawa anaknya ke Jakarta, namun entah mengapa ia kembali lagi ke desa. Di usianya yang sudah senja, ia sering terlihat berjalan kaki sendirian dalam kondisi pikun. Himpitan ekonomi diduga kuat memicu depresi pada diri korban.
Kondisi fisik yang sudah renta dan faktor psikologis disinyalir menjadi penyebab korban terjatuh ke sungai hingga akhirnya tutup usia tanpa ada yang mengetahui.





