Gerbangjatim.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam membenahi wajah kota dan pemukiman warga membuahkan hasil manis. Di awal tahun 2026 ini, Bumi Wali kembali mengukir prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik II Kabupaten dengan Capaian Pengurangan Kumuh Tahun 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan bergengsi dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP-CK) Jatim ini menjadi bukti nyata keseriusan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Tuban dalam menekan angka kawasan kumuh di wilayahnya secara signifikan.
Pemerintah Kabupaten Tuban menunjukkan komitmen kuat dalam pengentasan kawasan kumuh dengan capaian yang terus meningkat signifikan. Dari luas 43,22 hektare pada 2023, angka penanganan melonjak menjadi 66,42 hektare di tahun 2024, dan mencapai puncaknya pada 2025 dengan total 105,33 hektare.
Kepala DPUPR-PRKP Tuban, Agung Supriyadi, melalui Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman, Agung Prasetya Mayangkara, menyatakan bahwa capaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja keras pemerintah daerah dalam menangani kawasan kumuh secara terencana dan berkelanjutan,” ujar Agung kepada media, Rabu (11/2/2026).
Penilaian ini tidak main-main. Tim juri merujuk pada Permen PUPR Nomor 14/PRT/M/2018, yang mencakup tujuh aspek utama penataan pemukiman:
- Keteraturan bangunan gedung.
- Kualitas jalan lingkungan.
- Penyediaan air minum.
- Sistem drainase lingkungan.
- Pengelolaan air limbah.
- Sistem pengelolaan persampahan.
- Sarana proteksi kebakaran.
Meski meraih posisi kedua terbanyak dalam pengurangan kumuh se-Jatim, Pemkab Tuban tidak ingin cepat berpuas diri. Sesuai arahan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, fokus ke depan adalah memastikan kawasan yang sudah “sehat” tidak kembali kumuh.
“Langkah strategis ke depan adalah memperkuat kemandirian masyarakat. Kita ingin warga ikut aktif menjaga jalan, merawat drainase, dan mengelola sampah dengan benar agar infrastruktur yang sudah dibangun tetap awet,” tambah Agung.
Dengan prestasi ini, Pemkab Tuban berharap sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan lingkungan hunian yang bersih, tertata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Tuban.





